Tontonan & Tuntunan

30 Oktober 2009

Bismillahirrahmanirrahim

Media televisi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pergaulan hidup manusia, yang (di Indonsia) sudah dikenal sejak 1960-an. Maju pesatnya dunia komunikasi dan teknologi informasi (IT) tak pelak mnjadikan produk yang menjadi alat berhubungan antar umat manusia pun ikut berkembang. Ketika dulu kita hanya menonton televisi yang disiarkan dengan sistm analog, kini telah berubah kesystem digital. Dari satu stasiun teve milik negara (TVRI), kini ikut bertumbuh teve-teve milik swasta atau pemda-pemda yang satu sama lain menjadikan kian maraknya dunia informasi dan hiburan ditengah-tengah kita.

Kemajuan yang sedmikian terbuka tentu saja akan melahirkan dampak-dampak sosial tersendiri, sebagai hal yang juga tak terelakan. Pola pergaulan hidup ditengah masyarakat, misalnya, ikut terimbas dengan fenomena hadirnya peralatan yang “memperpendek rentang jarak waktu” itu. Apa yg terjadi diluar negri sana, hanya dalam bilangan menit, kini telah dapat diketahui oleh orang lain dibelahan dunia yang berjauhan, yaitu berkat adanya siaran teve atau rilis melalui radio dan internet. Inilah realitas peradaban dunia yang tengah masuk ke ruang-ruang kehidupan kita.

BERFUNGSI DAKWAH

Adanya kemajuan dunia informasi dan komunikasi itu, tentu saja ikut melibatkan berkembangnya proses dakwah kita, kita sama tahu, semua siaran teve ada yang menyertakan konteks dakwah baik dalam bentuk ceramah agama, diskusi interaktif antara penyanyi dan penonton, bahkan kajian-kajian khusus dan khas yang disampaikan oleh juru dakwah terdepan. Ditambah lagi tayangan-tayangan lain yang bernuansa dakwah atau islami, termasuk acara kemanusiaan yang disisipi pesan dakwah. Yang paling minimal adalah penayangan adzan magrib untuk ibu kota dan sekitarnya.

Akan tetapi, tidak semua produk tayangan itu lalu  dapat disebut aman, karena ada kenyataan pula hal-hal yang bersifat kontra dakwah pun sungguh tersuguhkan pula di media-media layar kaca kita itu. Hal-ihwal yang bernuansa tabarruj(pamer aurat) misalnya..ya… menjadikan media itu memiliki daya tarik tersendiri bagi pemirsanya baik dalam sisi tayangan maupun sang presenter yang ditugaskan oleh pihak management teve bersangkutan.

Belum lagi model acara yang mengundang syubhat lainnya sampai kepada tontonan yang berkisar di soal ghibah (pergunjingan) sampai kepada hal yang berkargori fitnah. Semuanya tersuguhkan ditelevisi, yang siapa pun dapat memirsanya tanpa mengenal batasan usia dan status sosial. Jam siar pun menjadi 24 jam untuk beberapa stasiun. Apalagi jika ada keluarga yang ikut teve berlangganan (Cable-TV) yang dapat menontonkan siaran televisi mancanegara.

Maka dalam kondisi yang serba terbuka, tentu persoalan jadi serba boleh (permissif), yang di sisi lain dalam konteks nilai religiusitas masyarakat kita memiliki rambu-rambu yang harus dipatuhi dalam soal hidup dan pergaulannya. Kita memilikin badan khusus yang menjadi pemantau siaran teve lokal, yaitu Komisi Penyiaran Indonsia (KPI) yang peran keberadaannya dalam beberapa kali cukup membantu masyarakat, khususnya dalam menilai kepatutan program tayang yang disuguhkan media televisi kita.

Tetapi jauh lebih penting adalah kembali kepada pihak statsiun teve itu sendiri, mereka yang paling pas dan relevan untuk memilih dan mnetapkan tayangan apa saja yang cocok untuk bangun masyarakat kita. Secara etika & moral kita tentu memiliki pakem-pakem kepatutan yang menjadi jati diri bangsa yang santun ini. Sementara, para orang tua merupakan pihak yang paling utama untuk menjadi pendamping dan pemantau anak dan keluarga dari memirsa tontonan yang berkepatutan.

MASA DEPAN GENERASI

Sensor untuk produksi tayangan yang  akan disuguhkan menjadi tontonan oleh masyarakat adalah amat penting, agar apa-apa yang dilihat itu tidak menimbulkan pengaruh yang berdampak negatif bagi masyarakat, sebab sebagai media yang menjadi penyedia atau penyelenggara hiburan, dan menyampaikan berita atau informsi berbagai hal, televisi adalah berfungsi sebagai media edukasi bagi proses pencerdasan sekalian anak bangsa. Kita diingatkan oleh ayat yang satu ini : “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (QS An-Nisaa 9)

Perlua ada konteks kebersamaan yang diikat oleh kesepahaman dalam mengkeasikan produk tontonan apa pun bentuknya agar apa yang bakal tersaji untuk dilihat khalayak adalah sesuatu yang bernuansa tuntunan. Maka sense of responsibility ( rasa tanggung jawab), sense of humanity (rasa kmanusiaan), sense of crisis (peduli keadaan yang krisis) adalah menjadi hal yang utama untuk kita kedpankan dalam membangun masyarakat bangsa ditengah situasi keterpurukannya ini. Media infokom masa tentulah menduduki peranan penting dan strategis didalamnya.

Proses kreativitas juga dibutuhkan oleh para pelaku, pekerja, dan pemerhati dakwah agar turut serta menyumbangkan model tontonan yang bernuansa pencerahan untuk membangun kecerdasan anak bangsa dengan pemilikan nilai luhur dan akhlaqul karimah. Jangan lagi ada siaran langsung (live event) seperti yang mempertontonkan persidangan kasus hukum mantan pejabat, dengan membeberkan cerita dan jalannya proses perselingkuhan secara detail, sampai kepada hal-hal yang tak patut didengar khalayak, yang sungguh-sungguh bukan konsumsi publik. Maksudnya mungkin menyiarkan betapa fairnya proses persidangan itu, sehingga terbuka untuk publik, tetapi ketika ada hal-hal yang tak pantas, tentulah menjadi persoalan tersendiri.

Fatt aqullah mastatha’tum


Seperti menggali sumur

12 Oktober 2009

Apabila Anda menggali sumur, Anda harus menggalinya jauh ke dalam sampai Anda menemukan sumber mata airnya. Dapatkah sumur itu penuh tanpa mencapai sumber yang dalam itu? Bila Anda bergantung pada hujan atau sumber luar lain untuk mengisi sumur itu, maka air itu hanya akan menguap atau diserap oleh tanah. Lalu, bagaimana Anda dapat membasuh diri Anda atau menghilangkan dahaga Anda? Hanya jika Anda menggali cukup dalam untuk mendapatkan mata air, maka Anda akan sampai pada sumber air yang tak habis-habisnya. Demikian juga halnya, jika Anda hanya membaca ayat-ayat dari kitab suci, tanpa menggali lebih dalam untuk mencari maknanya, hal itu seperti menggali sebuah sumur tanpa mencapai mata airnya atau seperti mencoba mengisinya dengan air hujan. Kedua cara ini tidak akan memadai. Hanya apabila Anda membuka mata air yang ada di dalamnya dan ilmu Tuhan mengalir dari sana, maka mata air sifat-sifat Tuhan akan mengisi hatimu. Hanya setelah itu Anda dapat menerima kekayaan-Nya. Hanya setelah itu Anda akan mendapatkan kedamaian dan ketenangan. Kearifan dan ilmu Tuhan ini harus timbul dari dalam diri Anda; kisah Tuhan dan doa mesti dipahami dari sisi batin. Maka Anda akan memperoleh semua yang Anda butuhkan untuk diri Anda, dan Anda juga akan merasa cukup untuk berbagi dengan orang lain.

dikutip dari tulisan M.R. Bawa Muhayyaddin di Tasawuf Mendamaikan Dunia Baca entri selengkapnya »


DOSA, KEBAIKAN DAN YANG HAK

29 September 2009

Aku kumpulkan sekalian dosa-dosa ku
yang menghimpit jiwaku
aku melihat seluruh dunia adalah dosa
izinkan daku
meletakkan segala dosa di bawah tapak kaki ku.

Aku hadapkan pandangan kepada kebaikan
bila daku melihat diriku yang baik
berdatangan diri-diri lain menghijab
izinkan daku
meletakkan segala kebaikan di bawah dosa-dosa.

Aku berhadapan dengan keinginan-keinginan
tanpa dosa jiwa belum tenang
keinginan-keinginan mengheret kepada kegelisahan
tidak sabar.

Wajah keinginan memperlihatkan ego diri
takutkan kesusahan dan kehinaan.

Keinginan adalah dosa sebenar
dosa-dosa lain adalah anak-anaknya
walaupun anak-anak dikuburkan
ibu akan terus melahirkan anak-anak baharu.

Bagaimana menghapuskan keinginan
bukankah ia adalah diriku sendiri.

Aku melihat kepada diriku
terasa kesamaran di sebalik diri yang berkeinginan
dalam kesamaran itu
wujud diri yang suci murni
tanpa keinginan.

Ia tidak dikurung oleh jasad
tiada ruang
tiada zaman.

Ia sentiasa damai dan tenteram
namun ia tidak diberi kesempatan
untuk memperlihatkan wajahnya.

Kuburkan diri yang berkeinginan!
begitulah ucapan Mu yang ku dengar.

Bila daku mendengar ucapan Mu
aku melihat diri ku berada di tengah-tengah
di antara Engkau dan diri yang berkeinginan
aku melihat
diri yang berkeinginan itu bukanlah diriku yang sejati
ia hanyalah bayang-bayang yang muncul
dari pancaran cahaya Mu kepadaku yang terhijab
mengapa kepada bayang penglihatan ku tertuju
sedangkan Engkau adalah cahaya
dan aku yang menerima cahaya
bayang adalah kegelapan
mengapa terpesona dengan kegelapan.

Engkau terangi daku dengan cahaya Mu
untuk ku kenali diriku
agar pengenalan itu membuatku melihat cahaya Mu
dan mengetahui bahawa cahaya Mu yang paling nyata
sedangkan aku dan lain-lainnya
adalah zarah-zarah yang terapung-apung
di dalam angkasa raya cahaya Mu.

Cahaya Mu yang tanpa warna tanpa rupa
adalah kebijaksanaan tanpa tara
dengannya segala menjadi nyata.

Sekalian wajah-wajah adalah cermin wajah Mu
cermin itu adalah keindahan
keindahan adalah bayangan wajah Mu
keindahan adalah rasa hati
bukan bentuk bukan rupa
apabila hati mesra di dalam keindahan Mu
itulah penatapan wajah Mu
bulat, leper, atau panjang
putih, kuning atau hijau
kelmarin, hari ini atau esok
semuanya tidak menjadi soal
pada hati yang melihat keindahan wajah Mu.

Hati itulah rahsia besar.

Pandanglah Tuhan tanpa menggunakan mata
Dia tidak pernah bersembunyi
dengarlah ucapan tanpa menggunakan telinga
Dia tidak pernah berhenti berkata-kata.


Pernyataan Cinta

9 September 2009

Pernyataan Cinta

Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,

Kusimpan kasih-Mu dalam dada.

Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,

Segera saja bagai duri bakarlah aku.

Meskipun aku diam tenang bagai ikan,

Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan

Kau yang telah menutup rapat bibirku,

Tariklah misaiku ke dekat-Mu.

Apakah maksud-Mu?

Mana kutahu?

Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.

Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,

Bagai unta memahah biak makanannya,

Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.

Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,

Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.

Aku bagai benih di bawah tanah,

Aku menanti tanda musim semi.

Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,

Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.


Teruslah Bermimpi!!!!!

9 September 2009

Teruslah bermimpi…

Teruslah berharap…

Dengan begitu dalam keadaan terpurukpun engkau masih ada harapan untuk bangkit kembali kembali untuk mengejar mimpimu…

Kembali untuk mewujudkan harapanmu…

Teruslah menanti…

Teruslah mendamba…

Karena sesuatu yang begitu engkau nantikan dengan tulus hati akan menyapamu suatu saat dan mendekapmu erat dengan penuh kebahagiaan dan memelukmu erat dengan penuh kedamaian jiwa percayalah ada masa mimpimu akan menjadi nyata percayalah ada masa harapanmu akan terwujud semuanya akan membuatmu tersenyum dan membuatmu melupakan apa yang namanya kesedihan nikmatilah perjalananmu ini karena semuanya akan indah pada waktunya…


Kepribadian Manusia dari Status Facebook

3 September 2009

1. Manusia Super Update
Kapanpun dan di manapun selalu update status. Statusnya tidak terlalu panjang tapi terlihat bikin risih, karena hal-hal yang tidak terlalu penting juga dipublikasikan.
Contoh : “Lagi makan di restoran A..”, “Dalam perjalanan menujuneraka..”, “Saatnya baca koran..”, dan sebagainya.

2. Manusia Melankolis
Biasanya selalu curhat di status. Entah karena ingin banyak diberi komentar dari teman-temannya atau hanya sekedar menuangkan unek-uneknya ke facebook. Biasanya orang tipe ini menceritakan kisahnya dan terkadang menanyakan solusi yang terbaik kepada yang lain.
Contoh : “Kamu sakitin aku..lebih baik aku cari yang lain..”, “Cuma kamu yang terbaik buat aku..terima kasih kamu sudah sayang ama aku selama ini..”.

3. Manusia Tukang Ngeluh
Pagi, siang, malem, semuanya selalu ada aja yang dikeluhkan.
Contoh : ” Jakarta maceeet..!! Panas pula..”, “Aaaargh ujan, padahal baru nyuci mobil..sialan. .!!”, “Males ngapa2in.. cape hati gara2 si do’ i..”, dsb.

4. Manusia Sombong
Mungkin beberapa dari mereka ga berniat menyombongkan diri, tapi terkadang orang yang melihatnya, yang notabene tidak bisa seberuntung dia, merasa kalo statusnya itu kelewat sombong, dan malah bikin sebel.
Contoh : “Otw ke Paris ..!!”, “BMW ku sayang, saatnya kamu mandi..aku mandiin ya sayang..”, “Duh, murah-murah banget belanja di Singapur, bow,”

5. Manusia Puitis
Dari judulnya udah jelas. Status nya selalu diisi dengan kata-kata mutiara, tapi ga jelas apa maksudnya. Bikin kita terharu? Bikin kita sadar atas pesan tersembunyinya? atau cuma sekedar memancing komentar? Sampai saat ini, tipe orang seperti ini masih dipertanyakan.
Contoh : “Kita masing-masing adalah malaikat bersayap satu. Dan hanya bisa terbang bila saling berpelukan”, “Mencintai dan dicintai adalah seperti merasakan sinar matahari dari kedua sisi”, “Jika kau hidup sampai seratus tahun, aku ingin hidup seratus tahun kurang sehari, agar aku tidak pernah hidup tanpamu”.

6. Manusia in English
Tipe manusianya bisa seperti apa saja, apakah melankolis, puitis, sombong dan sebagainya. Tapi dia berusaha lebih keren dengan mengatakannya dalam bahasa Inggwis gicyu Low..
Contoh : “Tie and Chair..”, “I can tooth, you Pink sun..” dsb..

7. Manusia Lebay
Updatenya selalu bertema ‘gaul’ dengan menggunakan bahasa dewa.. ejaan yang dilebaykan..
Contoh..” met moulnin all.. pagiiieh yg cewrah… xixiixi” << lol~

8. Manusia Terobsesi
Mengharap tapi ga kesampaian.. pengen jd artis ga dapat-dapat.
Contoh : “duwh… sesi pemotretan lagi! cape…”

9. Manusia Sok Tau
Sotoy tenarnya. Padahal dia sendiri tidak tahu apa yang ditulisnya.
Contoh : “Pemerintah selalu memanjakan rakyatnya.. bla..bla…bla,

10. Bioskop Mania
Update film yang abis ditonton dan kasih comment..
Contoh : “ICE AGE 3..Recomended! !”, “Transformers 2 mantab euy..”

11. Manusia pedagang
Contoh: “jual sepatu bla bla bla”

12. Manusia penyuluh masyarakat
Contoh: “jangan lupa dateng ke TPS, 5 menit utk 5 tahun bla..bla”

13. Manusia Alay
Ada berbagai macam versi, dari tulisannya yang aneh, atau tulisannya biasa aja, hanya saja kosakata nya ga lazim seperti bahasa alien.
Contoh:Alay 1 : “DucH Gw4 5aYan9 b6t s4ma Lo..7aNgaN tin69aL!n akYu ya B3!bh..!!”
Alay 2 : “km mugh kog gag pernach ngabwarin aq lagee seech? kmuw maseeh saiangs sama aq gag seech sebenernywa? “
Alay 3 : “Ouh mY 9oD..!! kYknY4w c gW k3ReNz 48ee5h d3ch..!!”(Khusus buat tipe ini, ga usah di baca juga gpp..saya pribadi juga mikirdulu buat nulis ini, walaupun jadinya kurang mirip sama yg aslinya..)

14. Tipe Hidden Message
Tipe ini biasanya tidak to the point, tapi tentunya punya niat biar orang yg dituju membaca nya. (bagus kalo baca..kalo ngga? kelamaan nunggu) padahal kan bisa langsung aja sms ya..
Contoh : “For you my M***, I can’ t live without you..you are my bla bla bla..”,”Heh, cewe bajingan..ngapain lo deket2in co gw?! kyk ga laku aja lo..” (padahal ce tersebut tidak ada dalam jaringannya. . mana bisa baca…:p)

15. Tipe Misterius
Tipe yang biasanya bikin banyak orang bertanya tanya atas apa maksud dari status orang tersebut..Biasanya dalam suatu kalimat membutuhkanSubjek + Predikat + Objek + Keterangan. Tapi orang tipe ini mungkinhanya mengambil beberapa atau malah hanya 1 saja..Dan pastinyamengundang kontroversi.
Contoh : “Sudahlah..” , “Telah berakhir..” (apanya??),”Termenung.. .” (so what gitu, loh)

Kalian ngikut yang mana???


Mohon Maaf vs Memberi Maaf

20 Agustus 2009

MANUSIA tidak luput daripada salah, khilaf dan dosa. Namun sebaik-baik orang yang berbuat salah dan dosa adalah mereka yang cepat kembali kepada Allah seraya memohon ampun kepada-Nya.

Ini yang dikatakan Allah dalam firman yang bermaksud:

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah itu adalah orang yang melakukan dosa kerana kebodohan dan kekhilafan mereka. Lalu mereka bertaubat dengan segera. Maka mereka itulah yang diterima taubatnya.” (Surah al-Nisa’, ayat 17)

Sayyid Qutb dalam tafsirnya, Fi Zilal al-Quran menyatakan bertaubat dalam waktu yang dekat adalah bertaubat sebelum meninggal dunia atau memasuki sakaratul maut. Sebab hakikatnya manusia sangat dekat dengan kematiannya dan mereka tidak mengetahui bila akan meninggal dunia. Untuk itu mereka harus sentiasa bersiap-siap untuk menghadapi kematian yang boleh datang bila-bila masa saja.

Syeikh Mustafa al-Maraghi dalam tafsir al-Maraghi menyatakan, bertaubat dalam waktu yang dekat bermakna seseorang yang melakukan dosa akibat kebodohan dan kelalaian harus bertaubat seberapa segera mungkin apabila sedar akan kesalahan yang dilakukannya.

Namun Sayyid Qutb dan al-Maraghi bersepakat, taubat yang diterima Allah adalah mereka yang bertaubat dari lubuk hati yang dalam dan ceruk jiwa yang suci. Mereka menyesali perbuatan itu serta berusaha sekuat tenaga untuk tidak melakukannya di masa akan datang. Ertinya Allah menerima taubat manusia bergantung kepada niat tulus ikhlas manusia itu.

Dosa manusia pada hakikatnya dapat dibahagi kepada dua, dosa kepada Allah dan dosa kepada manusia. Dosa kepada Allah dapat dihilangkan dengan beberapa cara. Dosa kecil dapat dihapuskan dengan beristighfar kepada Allah dan dosa biasa dapat dihapus dengan ibadat.

Dosa besar haruslah diselesaikan dengan taubat kecuali amalan syirik. Perbuatan itu dosanya tidak akan diampunkan sehingga seseorang itu meninggalkan semua anasir syirik seperti firman Allah yang bermaksud:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan dia akan mengampuni dosa selain itu.” (Surah al-Nisa’, ayat 48)

Namun sesungguhnya dosa yang paling berat itu adalah dosa di antara manusia dengan manusia. Sebab dalam masalah ini Allah tidak ikut campur sebelum manusia itu menyelesaikannya terlebih dulu.

Hal itu dinyatakan dalam hadis Rasulullah SAW daripada Anas bin Malik yang bermaksud:

“Kezaliman itu terbahagi kepada tiga. Pertama kezaliman tidak diampunkan Allah. Kedua kezaliman diampunkan Allah dan ketiga kezaliman yang Allah tidak ikut campur dalam hal itu. Kezaliman tidak diampunkan Allah adalah syirik. Kezaliman diampunkan Allah adalah dosa manusia ke atas dirinya dan tuhannya. Kezaliman yang Allah tidak ikut campur adalah dosa di antara manusia dengan manusia, sehingga mereka menyelesaikannya terlebih dulu.”

Allah tidak akan mengampunkan dosa seorang hamba kepada hamba yang lain sebelum kedua belah pihak menyelesaikan permasalahan mereka terlebih dulu. Jika tidak, pada akhirat nanti mereka akan saling menuntut balas dan membayar dosa dengan kebaikan atau memindahkan dosa orang dizalimi kepada yang menzalimi.

Pada hari itu mahkamah dipimpin Allah Maha Adil. Maka tidak ada sedikit pun kezaliman yang tidak dibalasi dan tidak ada sebesar zarahpun kebaikan kecuali akan diperlihatkan.

Oleh sebab itu meminta maaf ke atas dosa dilakukan kepada orang lain adalah sesuatu keharusan yang mesti dilakukan sebab meminta maaf di dunia jauh lebih mudah daripada harus membayar kesalahan itu pada akhirat kelak. Tidak seorang pun yang dapat membayangkan bagaimana dahsyat dan hebatnya alam akhirat.

Namun Islam adalah agama penuh kasih sayang. Maka setiap Muslim dianjurkan untuk memberi maaf sebelum orang meminta maaf. Sebab memberi maaf itu lebih dekat kepada ketakwaan seperti firman Allah yang bermaksud:

“Dan jika kamu memberi maaf, maka itu lebih dekat kepada takwa.” (Surah al-Baqarah, ayat 237)

Walaupun memberi maaf itu bukanlah sesuatu kewajipan, namun memberi maaf memiliki nilai yang sangat besar di sisi Islam. Orang yang memaafkan selepas diminta maaf akan mendapatkan pahala memaafkan dan pahala daripada kezaliman ke atasnya.

Namun orang yang memaafkan sebelum diminta maaf akan mendapat keuntungan sangat besar, iaitu ketenangan jiwa di dunia dan balasan berlipat ganda pada akhirat kelak, jauh melebihi nilai kezaliman yang dimaafkan itu.

Dalam menyambut Ramadan yang suci dan memasuki Syawal mulia sewajarnya kita memohon maaf serta membuka pintu maaf untuk siapa saja. Berikan ruang dalam hati untuk saling memaafkan kerana itu lebih utama daripada menyimpannya berlarutan di jiwa.

[dikutip dari berbagai sumber di Internet]


Learning about LOVE ….. cieeeeeeee

18 Agustus 2009

Assalamu’alaikum wr wb ……
Apa kabar sahabat …
Saat ini ….. sahabatmu ini mo coba2 bagi sedikit pengetahuan tentang CINTA …

Buat yang sedang jatuh cinta ……… semoga menemukan yang terbaik ….
Buat yang sedang dalam buaian cinta ……… semoga tidak tenggelam …….
Buat yang sedang merajut cinta ……… awas terluka ……………..
Buat yang sedang tdk jatuh cinta ………. tenang aja …. masih ada kok yang mencintai kamu …. U know lah …………..

Buat teman2 … sesekali kita bicara ttg CINTA …. refreshing dikit dari rutinitas kuliah & pekerjaan yang lumayan memeras otak (Oh ya …?) dan yang pasti menjenuhkan …… Tetap semangat yaaaa sampai titik “darah” penghabisan ……

TETAPLAH MENJADI PRIBADI YANG BAIK … MAKA KEBAIKAN AKAN SELALU MENYERTAI KITA SEMUA …. DAN …. TETAPLAH TERSENYUM ..

Yuk …. sama2 disimak, ….. eng ing eng ……. :

Kita belajar makna cinta dari seorang ibu yang menyusui anaknya dalam dukungan. Kedua belah tangannya sibuk membetulkan selimut si bayi. Dalam dadanya tiada sesuatu selain ketulusan memberi atas nama cinta.
Kita belajar makna cinta dari seorang ayah yang membawa pulang sekarung padi dan sekantung air setelah seharian berpenat-lelah di sawah. Dalam dadanya, tiada sesuatu selain kegembiraan memberi atas nama cinta.
Kerana cinta bukan hanya sekadar pelukan hangat, belaian lembut, atau kata-kata penuh romantis. Kita belajar apa itu cinta dari apa pun yang ada di muka bumi. Dari cahaya matahari, dari sepasang merpati, dari sujud dan tengadah doa. Dari apapun!
Pada semua kelahiran yang bersambut dengan cinta, hingga kematian dalam cinta, kita dalam hidup ini, tiada lain selain mewujudkan cinta.
Karena itu, tiada yang boleh kita lakukan selain atas nama cinta kita yang teragung: CINTA BUAT YANG MAHA AGUNG, ALLOH SWT.
Apapun keputusan-NYA buat kita, Allah yang berbicara, yang menentukan untung-nasib kita, karena setiap sesuatu yang menyedihkan itu ada hikmah-Nya.
Wassalamu’alaikum wr wb.


Ngga Ada Topik

14 Agustus 2009

Assalamu’alaikum wr wb ….
Salam sejahtera selalu buat kita semua …
Sahabat …. menjelang bulan puasa ini.

Izinkan saya mau mengajak kita semua ……
setidaknya bersama2 melakukan kebaikan untuk kita semua ….
dengan belajar ….

bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini,
semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali kita ingin sakit hati…

bahwa kita harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi
atau sikap dan emosi itu yang menguasai kita…

bahwa kita punya hak untuk marah,
tetapi bukan berarti kita harus benci dan berlaku kasar …

bahwa kata-kata manis tanpa tindakan
adalah saat perpisahan dengan orang yang kita cintai…

bahwa orang-orang yang kita kasihi
justru sering diambil segera dari kehidupan kita …

bahwa kita harus belajar dari kesalahan yang pernah kita lakukan dan
hidup untuk masa depan, bukan terus menerus melihat ke masa lampau…

bahwa cinta itu memberi dan mengerti
tanpa harus diberi dan dimengerti…

bahwa apa yang kita inginkan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita butuhkan,
dan kita harus berlapang dada untuk menerimanya…

Wassalamu’alaikum wr wb


Menulis Di Atas Pasir

13 Agustus 2009

Kisah tetang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan, mereka bertengkar dan salah seorang tanpa dapat menahan diri menampar temannya.

Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dangan tampa berkata-kata, dia menulis diatas pasir :

“HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPI KU”

orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang menyejukan galaunya. Mereka terus berjalan, sampai menemukan oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi.

Namun, ternyata oasis tersebut cukup dalam sehingga ia nyaris tenggelam, dan diselamatkanlah dia oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu :

“HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENYELAMATKAN NYAWA KU”

Sie penolong yang pernah menampar sahabatnya tersebut bertanya, “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya diatas pasir, dan sekarang kau menulis dibatu…?

Temannya sambil tersenyum menjawab, “Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila dalam sahabat terjadi sesuatu kebajikan sekecil apapun, kita harus memahatnya diatas batu hati kita, agar tetap terkenang tidak hilang tertiup waktu.”

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah saling memaafkan dan lupakan malah lalu.

Marilah kita belajar menulis diatas pasir…!